Sebelumnya
di Naruto Shippuden, pertemuan Hashirama dan Madara merupakan sebuah
takdir bagi kedua klan yang saat itu tengah berseteru! Tapi apakah kedua
anak itu mengetahui jati diri klan masing-masing?
GEDEBUG!!
[MATA YANG MEMANDANG!]
Hashirama
edo melanjutkan dongengnya : "Ada anak kecil yang bodoh disampingku
yang berpikir untuk mengubah dunia yang kacau ini. Tapi itu memang
mengejutkan, aku pikir Madara adalah Seseorang yang membawa
keberuntungan."
Flashback berlanjut, Madara kecil kembali menceritakan tentang apa yang dialaminya dalam perang ini pada Hashirama kecil.
Madara
: Aku bisa memahamimu tanpa melihat dalam dirimu. Lihat saja gaya
rambut dan caramu berpakaian, benar-benar kuno. (sambil menyindir
Hashirama.)
Flashback berlanjut sambil Hashirama menceritakan kisahnya pada Sasuke waktu dulu.
Hashirama
edo : "Meskipun kami memiliki kemiripan tapi kami tak selalu memiliki
pendapat yang sama. Setelah pertemuan itu, kami tetap tak pernah
mengungkap nama klan kami masing-masing. Kami menunjukkan beberapa
teknik ninja dan berbicara bersama tentang masa depan."
Terlihat
dalam kilas balik bahwa mereka saling berlatih dan terus berlatih,
menampilkan kebolehannya masing-masing bagaikan ninja dewasa lainnya.
Hingga akhirnya mereka saling beradu tinju dan jatuh bersamaan.
Madara : Taijutsu dan kumite milikmu bagus juga, tapi masih dapat terjatuh denganku.
Hashirama waktu itu memang tidak terjatuh, hanya terdorong beberapa meter dan masih dapat menyeimbangkan tubuhnya.
Hashirama : Itu bukan terjatuh namanya, aku masih bisa berdiri.
Madara dengan senyum meremehkan : Heh?
Tapi ala hasil, Hashirama kecil juga terjatuh juga setelah menerima pukulan batu dari atas.
Hashirama meringis kesakitan : Ouch!!!
Madara : Apa kubilang?
Setelah
melewati latihan itu, mereka berdua yang mulai akrab mencari tempat
persanggahan untuk mengistirahatkan diri sejenak dengan ditemani segelas
botol (dari bambu) untuk wadah minumnya, tentunya sambil
berbincang-bincang.
Hashirama : Tapi masalahnya, bagaimana kita
bisa mewujudkan perubahan itu? Aku belum bisa membayangkan mengenai
pandangan masa depan nanti.
Madara : Pertama-tama, kau harus menjadi dirimu sendiri dan menjadi kuat. Jika kau lemah tidak ada yang akan mendengarmu.
Hashirama : Itu benar, jika kita menguasai banyak jutsu dan menjadi kuat, orang tua tidak akan mengabaikan kita.
STAKK!!
Madara mulai berpindah dari tempatnya beristirahat.
Madara
: Kau harus mengatasi kelemahanmu dan melatih jutsumu dengan baik, kini
aku sudah lebih kuat dan rata-rata sudah lebih tua darimu.
Madara mengatakan hal itu sambil menahan air kecil, lalu pergi ke dekat sungai.
CHUURRRRR!!!
Tapi
tak disangka, Hashirama dengan tingkah jenakanya mengikuti Madara dan
mengawasinya terus dari belakang, hingga membuat Madara yang saat itu
buang air kecil jadi kesal.
Hashirama dengan senyum iblis : Benarkah dugaanku.
Madara : Kubilang jangan berdiri dibelakangku.
Hashirama menyindir : Aku sudah menemukan titik lemahmu.
Madara : Aku jadi ingin melemparmu kesungai tempatku buang air kecil!!
Hashirama
edo kembali menceritakan dongeng masa lalunya kepada Orochimaru dan
yang lain : "Semakin sering kami bertemu, semakin dekat hubungan kami
satu sama lain."
Suatu hari di kesempatan yang lain, kedua anak itu saling bertemu lagi.
Hashirama sedikit sombong : Madara, aku memiliki jutsu yang luar biasa! Ayo kita kuasai bersama-sama!
Madara : Heh, jutsu apa itu?
Hashirama
dengan gaya merapal segel tangan dan melebih-lebihkan : Taijutsu
rahasia, jutsu Genjutsu Shuriken Bayangan Super Katon!
Madara : Aku tidak begitu paham.
Hashirama : Sedikit penjelasan mungkin lebih baik-
Madara : Diam! hari ini kita akan berlomba memanjat tebing ini! (Saat itu, mereka berdiri disamping tebing yang tinggi)
Hashirama hanya menunduk dan mendengar perkataan Madara sambil bergaya seperti orang yang kehilangan kepercayaan diri : ...
Madara : Jangan menunjukkan perasaan tertekan seperti itu disaat seperti ini! Itulah titik lemahmu!
Tanpa
ada yang mengira, ternyata itu memang seperti tipu daya Hashirama, dia
memanjat ke atas tebing itu sebelum Madara selesai berbicara.
Hashirama sambil tersenyum : AHAHAH! Aku duluan!
Madara yang berada dibawahnya kesal : Sialan! Kau hanya berpura-pura!
Sampai pada akhirnya, mereka sampai diatas tebing yang bisa dibilang tinggi tersebut.
Hashirama sambil beristirahat sejenak : Aku pemenangnya.
Madara masih kesal : Tentu saja, kau mulai start-nya sebelum aku!
Dari atas tebing itu, mereka bisa melihat pemandangan yang jauh sampai ke dalam hutan.
Hashirama bercucuran keringat : Kau bisa memandangi seluruh isi hutan dari sini.
Madara
: Ya, kau bisa melihat sampai terjauh. Aku percaya bahwa aku bisa
mengalahkanmu saat waktunya datang. Ingin memberi tantanganku untukku?
Hashirama : Kenapa harus tiba-tiba? Sepertinya terlihat rasa percaya diri dari matamu.
Madara : Tentu saja! Aku punya Sha- (tiba-tiba Madara berhenti menyelesaikan kalimatnya.)
Hashirama penasaran bercampur bingung : Ada apa?
Madara : Tidak ada, sampai saat ini aku belum begitu kuat.
Hashirama : Apa? Kedengarannya aneh saat mendengar kata-katamu.
Madara : Jika aku saudara yang baik aku tidak akan membiarkan saudaraku mati. Aku tak bisa melindungi mereka!
Hashirama kecil tiba-tiba teringat dengan kematian Itama, saudaranya sendiri.
Hashirama : Apa kau masih punya saudara?
Madara : Aku masih memiliki adik. Aku akan melindunginya apapun yang terjadi!!
Hashirama
tiba-tiba mencairkan suasana saat itu : Mari kita dirikan pemukiman
disini! Kita buat tempat tinggal dimana anak-anak tidak saling membunuh
satu sama lain! Kita akan bangun sekolah tempat dimana anak-anak tumbuh
dan menjadi kuat! Misi akan dipilih tergantung kekuatan dan kemampuan
pribadi individu! Para senior akan membimbing ke arah yang tepat! Di
desa kita kelak, anak-anak tidak akan dikirim ke medan perang!
Madara dengan senyum kecilnya : heh, kaulah satu-satunya yang punya ide bodoh seperti itu!
Hashirama : Apa kau juga tak kepikiran?
Madara : Ya, ketika kita membangun pemukiman sendiri, aku akan mengawasi baik-baik adikku! Heheeh!
Hashirama
edo kembali menceritakan gambaran masa kecilnya itu pada Sasuke dan
yang lain : "Itulah yang nantinya menjadi desa Konoha! Waktu itu, aku
telah memutuskannya. Aku sempat menantang pendapat yang berlawanan,
untuk membuat pemikiran itu menjadi kenyataan!"
Setelah kejadian
itu berlalu, mereka pun pergi ketempat tinggal mereka masing-masing di
sungai tempat pertama kali mereka bertemu! Namun sebelum mereka
berpisah, mereka sempat melemparkan batu melewati sungai itu yang
kemudian mereka simpan sebagai sebuah "tanda perpisahan."
Madara : Kita akan pergi ke sisi lain sungai ini.
Hashirama : Batu yang kulemparkan, kuharap kau menjaganya sampai kita bertemu lagi!
Saat sampai di tempat tinggal Hashirama, dia bertemu langsung dengan adiknya, Tobirama.
Tobirama : Kakak, aku perlu bicara denganmu.
Ternyata saat diajak masuk ke dalam sebuah pondokan, ayahnya sudah menunggu Hashirama disana.
Ayah Hashirama : kau bertemu dengan seorang anak.
Hashirama : Bagaimana ayah bisa tahu?
Tobirama : Ayah memintaku untuk mengawasimu. Aku bisa merasakannya. Terakhir gerak-gerikmu terlihat mencurigakan.
Ayah Hashirama : Aku mencari tahu informasi tentang anak itu. Dia berasal dari Klan Uchiha!
JDEEEGGG!!!
Hashirama pun terpaku mendengar kenyataan itu sambil terdiam kaku mendengar perkataan sang ayah.
Ayah
Hashirama melanjutkan : Dia bahkan memiliki pengalaman karena telah
membunuh ninja dewasa dari klan kita. Dia sepertinya terlahir sebagai
shinobi yang berbakat.
Pikir Hashirama : Jadi itu benar. (sepertinya Hashirama sudah menduganya sejak lama)
Ayah Hashirama : Mengetahui bahwa kau tak begitu terkejut, aku kira kalian sudah saling mengenalkan nama klan masing-masing?
Hashirama : Tidak, aku tak tahu. Dan mungkin dia juga tak tahu sepertiku.
Ayah
Hashirama : kau tahu artinya, bukan? Aku tak perlu membicarakannya
dengan orang lain. Jika kau tak ingin dikatakan sebagai mata-mata,
berikutnya nanti saat kau bertemu dengannya terus ikuti dia dan bawa
informasi tentang klan Uchiha. Ini adalah misi. Jika ternyata dia sudah
menyadarinya....bunuh dia!
Hashirama : A-apa dia benar-benar dari klan Uchiha?
Ayah
Hashirama seperti menahan sesuatu dari dirinya : Dia..!! Jika dia
menyadari kalau kau berasal dari Senju, mungkin dia tidak akan berdiam
diri atau akan mencuri informasi kita. Jangan percaya padanya!
Hashirama masih mengelak : Tidak, dia tidak pernah-
Ayah
Hashirama : Kau tidak pernah tahu apa yang dia pikirkan. Jika kau
lengah, kau berarti telah membahayakan klan Senju. Tobirama dan aku akan
mengawasimu. Mengerti?
Malamnya, Hashirama sempat melihati batu
yang diberikan Madara saat perpisahannya sebelumnya. Akan tetapi,
keesokan harinya, Hashirama kembali ke sungai dan bertemu dengan Madara
kembali.
Madara : Pertama-tama, ayo kita lempar batu sebagai tanda pertemuan kita.
Hashirama : Ya.
WETTTHHH!!
Saat
batu yang mereka pegang masing-masing dilemparkan, tak ada tanda
keanehan, akan tetapi saat mereka menerima lemparan batu dari sisi lain
sungai itu, mereka merasakan keanehan yang sama.
CLECKK!!!
Madara & Hashirama terkejut seolah-olah ada yang aneh dengan batu yang mereka terima : !!!
Madara : Maaf ya hashirama, sepertinya hari ini aku ingat ada hal yang harus kulakukan.
Hashirama menjumpai keanehan dengan tingkah Madara itu : ... A-aku mengerti, baiklah, aku juga akan pulang cepat hari ini.
Ternyata ala hasil, batu yang mereka terima sudah ada tulisan yang mengatakan, "Larilah! Ini jebakan, cepat pergi!"
TAK!TAK!!
Hashirama dan Madara cepat-cepat beranjak pergi dari tempatnya!
Dari balik pepohonan, ternyata terlihat Ayah Hashirama sudah mengawasi mereka.
Ayah Hashirama : kecepatannya? Apakah dia sudah merencanakannya? Hashirama pasti memberitahunya! Ayo pergi, Tobirama! Ya!
Ternyata
tulisan di batu itu sengaja ditulis oleh Hashirama maupun Madara yang
isinya untuk saling berhati-hati karena masing-masing dari klannya sudah
mengetahui siapa jati diri mereka masing-masing!
JRUASSHHH!!!
Saat
mereka berdua menjauh, ternyata masing-masing dari perwakilan Klan baik
Senju maupun Uchiha hari itu juga mengirimkan wakilnya, satu ninja
dewasa dan satu ninja anak-anak begitu juga dengan Senju. Mereka adalah
ayah dan adik dari Madara maupun Hashirama.
Tajima Uchiha (ayah Madara) : Jadi kita memiliki pikiran yang sama, Butsuma Senju.
Izuna Uchiha : Dan Tobirama!
Butsuma Senju (ayah Hashirama) : Sepertinya begitu, Tajima Uchiha.
Tobirama : Dan Izuna!